Dilaporkan media-media lokal Irak, sebanyak 145 militan ISIS ikut menyantap hidangan buka puasa tersebut. Namun tak beberapa lama setelah menyantap hidangan tersebut, 45 militan ISIS mengalami keracunan makanan dan tewas.
"Tidak jelas apakah itu serangan makanan beracun yang disengaja atau hanya keracunan makanan belaka," ujar juru bicara Partai Demokrat Kurdi seperti dilansir Mirror, Jumat (10/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden keracunan makanan secara massal yang dialami militan ISIS seperti ini bukan pertama kalinya terjadi.
Β
Pada November 2014 lalu, beberapa revolusioner yang menyamar sebagai koki menyusup ke salah satu kamp ISIS dan memasukkan zat mematikan ke dalam hidangan makan siang mereka. Mereka diyakini berusaha membunuh sebanyak mungkin militan ISIS.
Namun menurut sumber-sumber kelompok pemberontak Suriah, 12 militan ISIS tewas usai menyantap hidangan makan siang di kamp Fath El-Sahel tersebut. Kamp tersebut menjadi basis bagi 1.200 militan ISIS.
Kejadian pejuang ISIS menjadi korban keracunan makanan ini bukan kali pertama terjadi. Pada bulan November tahun lalu, revolusioner menyamar sebagai koki menyusup ke salah satu kamp teroris dan memasukkan zat mematikan ke dalam makanan siang mereka. Kemungkinan mereka mencoba membunuh para pejuang ISIS.
(ita/ita)











































