Deportasi Muslim Uighur ke China Diprotes, Ini Kata PM Thailand

Deportasi Muslim Uighur ke China Diprotes, Ini Kata PM Thailand

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 10 Jul 2015 12:54 WIB
Deportasi Muslim Uighur ke China Diprotes, Ini Kata PM Thailand
muslim Uighur (Reuters)
Bangkok, - Pemerintah Thailand diprotes karena memulangkan paksa hampir 100 warga muslim Uighur ke China. Deportasi tetap dilakukan meski adanya kekhawatiran akan perlakuan buruk yang mereka terima di China.

Namun Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha membela keputusan pemerintahannya. Dicetuskannya, bukan salah Bangkok jika warga Uighur tersebut akan mengalami masalah di China.

Prayuth juga tengah mempertimbangkan untuk menutup Kedutaan Thai di Turki setelah para demonstran menyerang gedung konsulat di Istanbul sebagai protes atas deportasi Uighur tersebut. Dalam aksi demo itu, kaca-kaca jendela gedung konsulat pecah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perlakuan otoritas China terhadap minoritas Uighur yang berbahasa Turki merupakan isu sensitif di Turki. Isu ini membuat tegang hubungan bilateral China dan Turki menjelang rencana kunjungan Presiden Turki Tayyip Erdogan ke Beijing bulan ini.

Sebagian warga Turki menganggap diri mereka memiliki kesamaan kultur dan warisan agama dengan warga Uighur. Turki pun menjadi rumah bagi banyak diaspora Uighur.

"Saya meminta agar kita memperhatikan keselamatan staf kedutaan," ujar Prayuth kepada para wartawan. "Namun jika situasi memburuk, maka kami mungkin akan menutup sementara kedutaan di Turki," imbuhnya.

"Jika kami mengirimkan mereka (Uighur) kembali ke China dan ada masalah, maka itu bukan salah kami," cetus Prayuth, jenderal yang memimpin kudeta terhadap pemerintahan terpilih Thailand pada Mei 2014.

Deportasi ini dilakukan setelah dipastikan bahwa warga Uighur tersebut berkewarganegaraan China.

"Thailand mengirimkan sekitar 100 warga Uighur ke China kemarin. Thailand bekerja sama dengan China dan Turki untuk menyelesaikan masalah muslim Uighur. Kami telah mengirimkan mereka kembali ke China setelah memverifikasi kebangsaan mereka," kata wakil juru bicara pemerintah Thai, Kolonel Weerachon Sukhondhapatipak.

Sebanyak 170 warga Uighur lainnya telah dikirimkan ke Turki setelah dipastikan bahwa mereka merupakan warga negara Turki. Sekitar 50 orang Uighur lainnya saat ini masih harus diverifikasi kewarganegaraan mereka. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads