FBI Gagalkan Aksi Teror Terinspirasi ISIS di Hari Kemerdekaan AS

FBI Gagalkan Aksi Teror Terinspirasi ISIS di Hari Kemerdekaan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 10 Jul 2015 10:50 WIB
FBI Gagalkan Aksi Teror Terinspirasi ISIS di Hari Kemerdekaan AS
Ilustrasi (Thinkstock)
Washington - Otoritas Amerika Serikat berhasil menggagalkan sejumlah rencana serangan teror pada peringatan Hari Kemerdekaan 4 Juli. Lebih dari 10 tersangka ditangkap terkait rencana serangan teror yang terinspirasi militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ini.

"Saya percaya kinerja kita berhasil menggagalkan upaya pembunuhan yang berkaitan dengan 4 Juli," tutur Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) James Comey seperti dilansir Reuters, Jumat (10/7/2015).

Namun Comey tidak menyebut secara pasti jumlah rencana serangan yang berhasil digagalkan. Tidak disebutkan juga dari wilayah mana saja para tersangka yang ditangkap terkait rencana serangan tersebut. Hanya disebut bahwa rencana serangan teror yang digagalkan itu, terinspirasi oleh proses rekrutmen online yang selama ini dilakukan ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara terpisah, seorang sumber otoritas keamanan nasional menyebut beberapa rencana serangan di luar negeri oleh simpatisan ISIS juga berhasil digagalkan dalam beberapa hari terakhir.

FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS telah memperingatkan otoritas setempat untuk selalu waspada akan rencana serangan menjelang dan sesudah peringatan kemerdekaan AS 4 Juli. Namun ternyata, tidak ada serangan teror yang terlaksana.

Otoritas AS juga khawatir karena pemimpin ISIS menyerukan kepada para pendukungnya untuk melakukan serangan teror di manapun mereka berada. Comey menyebut taktik ini sebagai 'crowd sourcing terrorism' yang memberdayakan masyarakat untuk melakukan serangan atas nama mereka.

Sumber keamanan AS lainnya menuturkan, beberapa tersangka yang ditangkap diketahui berkomunikasi dengan ISIS melalui data enkripsi, yang susah disadap pihak luar. FBI sendiri sudah meminta perusahaan teknologi untuk menghapuskan enkripsi yang memberikan perlindungan kepada pengguna.

Comey memperkirakan, ada puluhan orang yang dipengaruhi dan bahkan diradikalisasi ISIS melalui media sosial atau internet, tiba-tiba menghilang dari radar FBI karena penggunaan data enkripsi ini. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads