Disampaikan seorang pejabat pertahanan AS, seperti dilansir CNN, Jumat (10/7/2015), insiden ini dimulai pada Minggu (5/7) lalu saat kapal militer AS, USS Forrest Sherman disiagakan di perairan Teluk Aden. Insiden ini baru berakhir pada Rabu (8/7) waktu setempat. Tidak disebut secara pasti berapa kali insiden ini terjadi.
Bagian anjungan kapal dan salah satu helikopter yang diparkir di kapal militer tersebut menjadi target sinar laser dari kapal berbendera Iran tersebut. Pejabat pertahanan tersebut menyatakan, tidak ada personel militer AS yang terluka maupun peralatan yang rusak akibat insiden ini.
Pihak militer AS tidak mengetahui pasti peralatan laser yang digunakan dalam insiden ini dan seberapa kuat dampak peralatan tersebut. Namun diyakini bahwa sinar laser itu bukanlah sinar laser dengan kapasitas sekelas industri maupun militer karena tidak memicu kerusakan.
Insiden ini, menurut AS, dianggap sebagai aksi Iran mempermalukan diri mereka sendiri.
Insiden laser ini terjadi di perairan internasional, dekat Pantai Yaman. Kapal militer AS dilaporkan tengah melakukan operasi maritim rutin saat kejadian.
Namun diyakini bahwa kapal militer AS sedang melakukan patroli di perairan tersebut untuk mengawasi dugaan kapal-kapal Iran yang menyelundupkan senjata ke wilayah Yaman, demi membantu kelompok pemberontak Houthi. (nvc/ita)











































