Dalam keterangannya, seperti dilansir Reuters, Kamis (9/7/2015), Kementerian Pertahanan Israel mengidentifikasi warganya yang hilang sebagai Avraham Mangisto yang lahir tahun 1986 atau kini berusia 29 tahun. Mangisto melintasi perbatasan Gaza dengan berjalan kaki pada 7 September 2014 lalu.
"Kini ditahan secara paksa oleh Hamas di Gaza," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Israel, sembari menyebut informasi intelijen yang kredibel sebagai dasar pernyataan ini.
Saat dihubungi oleh Reuters, pihak Hamas menolak untuk berkomentar.
Pernyataan Kementerian Pertahanan Israel itu juga menyebut adanya kasus penahanan warga Israel lainnya di Gaza. "Otoritas pertahanan juga tengah menangani kasus lainnya yang melibatkan seorang warga Israel keturunan Arab yang ditahan di Gaza," imbuh pernyataan tersebut.
Selama ini, Israel khawatir jika militan di Gaza menahan warganya dan menggunakannya sebagai alat tawaran bagi pembebasan warga Palestina yang ditahan di penjara Israel. Media Israel menyebutkan bahwa Mangisto menyeberang perbatasan Gaza atas kemauannya sendiri.
Gilad Shalit, seorang tentara Israel yang diculik militan Gaza pada tahun 2006 lalu, akhirnya dibebaskan setelah ditahan selama 5 tahun. Namun pembebasan Shalit ini ditukar dengan pembebasan lebih dari 1.000 tahanan Palestina. (nvc/ita)











































