Dalam postingan di blognya seperti dilansir New Straits Times, Kamis (9/7/2015), Najib menyatakan tuduhan korupsi tersebut merupakan bagian dari kampanye terpadu untuk menggulingkan PM yang terpilih secara demokratis.
"Saya ingin menekankan kembali bahwa saya tak pernah menerima dana 1MDB untuk keuntungan pribadi," tulis Najib di blognya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Najib juga mengkonfirmasi bahwa dirinya telah memerintahkan para pengacaranya untuk mengirimkan surat kepada WSJ guna meminta klarifikasi atas pemberitaan media tersebut.
"Pengacara saya akan mengambil tindakan lebih jauh setelah menerima klarifikasi dari surat kabar itu," tegas Najib.
Dalam pemberitaannya pada Jumat, 3 Juli, WSJ menuliskan tentang hasil penyelidikan atas aliran dana lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Dalam laporannya, WSJ menulis bahwa sebanyak US$ 700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun dana 1MDB, mengalir ke rekening pribadi Najib.
Masih dalam laporan yang sama, WSJ menyebut ada lima deposito di dalam rekening Najib dengan dua transaksi terbesar senilai US$ 620 juta atau Rp 8,2 triliun dan US$ 61 juta atau sekitar Rp 812 miliar. Transaksi tercatat dilakukan pada Maret 2013 selama kampanye pemilu di Malaysia.
1MDB atau 1Malaysia Development Berhad menjadi sorotan setelah mengalami defisit hingga US$ 11 miliar. Tudingan penggelapan serta sejumlah besar uang negara yang hilang misterius juga mewarnai 1MDB. PM Najib yang menjabat pemimpin dewan penasihat 1MDB, dianggap bertanggung jawab. (ita/ita)










































