Demikian disampaikan seorang pejabat pertahanan AS kepada kantor berita AFP, Rabu (8/7/2015). Pejabat ini mengkonfirmasi pemberitaan di surat kabar USA Today mengenai pemangkasan tentara tersebut.
Dikatakan pejabat pertahanan tersebut, sebanyak 17.000 warga sipil yang bekerja untuk militer juga akan diberhentikan. Disebutkan bahwa pemangkasan ini dilakukan untuk menghemat dana.
Pejabat AS tersebut mengatakan, militer AS akan mengumumkan soal pemberhentian 40 ribu tentara tersebut dalam waktu dekat. Menurut USA Today, hal itu akan diumumkan pekan ini.
Sesuai rencana pemotongan anggaran, militer AS hanya akan berkekuatan 450.000 tentara pada akhir tahun anggaran 2017. Meskipun pada tahun 2013, dalam dokumen anggarannya militer AS berpendapat bahwa kekuatan yang kurang dari 450.000 tentara, mungkin akan berarti AS tidak akan bisa memenangkan perang.
Sebagai perbandingan, militer AS meningkat jumlahnya menjadi 570 ribu personel selama puncak pertempuran di Irak dan Afghanistan.
Menurut USA Today, sejumlah brigade yang ditempatkan di Fort Benning, Georgia dan Joint Base Elmendorf-Richardson di Alaska termasuk di antara yang akan dirampingkan.
Pemangkasan tentara ini menuai protes dari Senator Dan Sullivan, dari Partai Republik. Menurutnya, hal ini "tidak masuk akal secara strategis."
Menurut dokumen yang dikutip USA Today, pemotongan anggaran pemerintah secara keseluruhan dijadwalkan akan dimulai Oktober mendatang. Jika Kongres menyetujui hal ini, militer harus memberhentikan sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara.
(ita/ita)











































