Video itu memperlihatkan lima staf yang mengenakan penutup wajah berdiri di belakang seorang staf lainnya, yang mengenakan pakaian berwarna oranye khas seragam tahanan ISIS. Satu dari kelima staf tampak memegang pisau palsu. Dia bersikap seolah sedang bersiap untuk memenggal.
Pihak HSBC menyebut video itu "mengerikan".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini video mengerikan dan HSBC ingin meminta maaf atas pelanggaran yang terjadi," imbuhnya.
Menurut surat kabar lokal, The Sun, para pegawai merekam video tersebut di hari pembentukan tim HSBC di Birmingham dan mempostingnya di Instagram, sebelum kemudian menghapus postingan itu.
Kelompok ISIS selama ini kerap merilis video pemenggalan keji para tahanan kelompok radikal Sunni itu. Menurut organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, ISIS telah mengeksekusi mati lebih dari 3 ribu orang di Suriah sejak mengumumkan pembentukan kekhalifahan di Suriah dan Irak. (ita/ita)











































