Terusan Suez merupakan rute pelayaran tercepat yang menghubungkan Eropa dan Asia. Terusan ini juga menjadi salah satu sumber pendapatan otoritas Mesir. Khususnya sejak tahun 2011 saat terjadi unjuk rasa besar-besaran untuk melengserkan Hosni Mubarak dan membuat takut turis dan investasi asing.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (7/7/2015), sumber keamanan setempat menuturkan, para tersangka membentuk sel yang terdiri atas 13 orang termasuk seorang pegawai pada otoritas Terusan Suez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Mesir semakin meningkatkan operasi terhadap kelompok Ikhwanul Muslimin, yang secara resmi telah ditetapkan sebagai kelompok terorisme. Terutama sejak serangan yang menewaskan jaksa ternama Mesir pekan lalu.
Pekan lalu, otoritas keamanan Mesir menggerebek sebuah apartemen di pinggiran Kairo dan menewaskan 9 orang, yang menurut mereka membawa senjata. Di antara korban tewas, terdapat seorang pengacara ternama yang membela Ikhwanul Muslimin dan seorang mantan anggota parlemen Mesir.
Pihak Ikhwanul Muslimin membantah bahwa orang-orang yang ditembak mati itu membawa senjata. Mereka juga menyebut bahwa orang-orang itu hanya menggelar pertemuan rutin organisasi.
(nvc/ita)











































