Sempat Ditahan karena Demo, 14 Mahasiswa Thailand Akhirnya Bebas

Sempat Ditahan karena Demo, 14 Mahasiswa Thailand Akhirnya Bebas

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 07 Jul 2015 14:06 WIB
Sempat Ditahan karena Demo, 14 Mahasiswa Thailand Akhirnya Bebas
Mahasiswa lainnya menyambut pembebasakan 14 mahasiswa Thailand (Reuters)
Bangkok - Pengadilan militer Thailand akhirnya membebaskan 14 mahasiswa yang ditahan karena menggelar unjuk rasa antikudeta. Selama beberapa minggu terakhir, mulai dari PBB hingga Uni Eropa ramai menyerukan pembebasan mereka.

Ke-14 mahasiswa ini ditahan oleh otoritas Thailand selama dua minggu terakhir. Mereka ditangkap karena nekat menggelar unjuk rasa antikudeta meskipun ada larangan unjuk rasa dan menggelar pertemuan di area publik. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (7/7/2015).

Banyak pihak yang menyerukan kepada otoritas Thailand untuk membebaskan para mahasiswa itu, termasuk PBB dan Uni Eropa. Bahkan aksi dukungan publik terhadap 14 mahasiswa itu marak digelar di wilayah Thailand dan juga oleh kalangan diaspora Thailand di negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer Thailand menggulingkan pemerintahan demokratis negara tersebut, tahun lalu setelah terjadi unjuk rasa besar-besaran. Sejak saat itu, pemerintah junta militer Thailand memberlakukan aturan yang ketat atas aktivitas di area publik, termasuk melarang perkumpulan dan perdebatan politik di publik.

"Polisi meminta untuk memperpanjang masa penahanan mahasiswa-mahasiswa itu, tapi hari ini pengadilan menolak permintaan itu," terang salah satu pengacara para mahasiswa tersebut, Kisadang Nutjarat.

"Mereka akhirnya melepaskan anak-anak ini dari penjara. Tidak ada syarat apapun maupun jaminan," imbuhnya.

Kendati demikian, tambah Nutjarat, dakwaan yang dijeratkan kepada 14 mahasiswa tersebut belum digugurkan pengadilan. Mereka ditangkap bulan lalu dan dijerat dakwaan penghasutan.

Para mahasiswa yang ditangkap ini merupakan bagian dari koalisi universitas-universitas seluruh Thailand. Mereka menggelar unjuk rasa di jalanan Bangkok untuk melawan pemerintah junta militer, yang juga disebut sebagai Dewan Nasional untuk Perdamaian dan Ketertiban. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads