Disampaikan juru bicara kepolisian Israel, Luba Samri seperti dilansir CNN, Selasa (7/7/2015), keenam pria itu dijerat dakwaan berlapis. Mulai dari mendukung organisasi teroris, memiliki dan menyebarkan bahan iklan kelompok ilegal dan melakukan konspirasi.
Disebutkan polisi, dari empat tersangka di antaranya berprofesi sebagai guru, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah. Namun salah satunya yang mengajar di sekolah dasar di Hura, menurut polisi, memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengajarkan murid-muridnya soal ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pak guru ini juga sempat mengunggah video dukungan bagi ISIS ke situs berbagi video YouTube, namun kemudian dihapus.
"Kita harus bertindak setegas mungkin terhadap guru-guru yang memanfaatkan pekerjaan mereka dengan cara yang tak terkatakan seperti ini. Bukannya menjaga murid-muridnya, mereka malah membahayakannya," ujar Menteri Pendidikan Israel, Naftali Bennett.
"Kita akan mempertahankan sistem pendidikan yang bersih. Kita tidak akan mengizinkan siapapun mencemari anak-anak kita," tandasnya.
Keenam tersangka diidentifikasi sebagai Hamza Abu Ali Abu Alkyan, Akram Al'ab Ahmed Abu Alkyan, Muhammad Al'ab Ahmad Abu Alkyan, dan Bashir Jabran Salim Abu Alkyan yang berprofesi sebagai guru. Dua tersangka lainnya, Khader Hassan Abu Alkyan dan Sharif Shahada Abu Alkyan tidak disebut profesinya. Lebih lanjut, kepolisian Israel menyebut keenam tersangka berkonspirasi untuk pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS. (nvc/ita)











































