Ini dikatakan oleh pengacara mereka sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (4/7/2015). Remaja putri itu masih berusia belasan tahun.
Adalah Kadiza Sultana (16), Shamima Begum (15), dan Amira Abase (15) yang meninggalkan rumah mereka di Inggris pada Februari lalu. Mereka terbang menuju Istanbul, Turki dan menyeberang ke Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka kini hidup di Raqqa, Suriah. Wilayah itu merupakan basis kuat ISIS. Perwakilan keluarga di Inggris bernama Tasnime Akunjee menyatakan bahwa kabar itu telah menyebabkan tekanan yang berat.
"Ini menanamkan hidup mereka di Suriah dibandingkan di Britania. Ini mengikis harapan penting bahwa mereka akan kembali (ke Inggris)," kata Tasnime.
Dua ABG itu dilaporkan diberi katalog daftar pria-pria untuk dipilih. Pria-pria itu berusia sekitar 20 tahun.
Tiga remaja putri tersebut bersekolah di tempat yang sama di London sebelah timur, yakni Bethnal Green Academy. Pihak keluarga menyalahkan polisi yang gagal menyampaikan kabar yang bisa memperingatkan mereka terkait risiko anak-anak putri mereka bepergian ke Suriah.
(dnu/imk)











































