Palestina Tangkap 108 Anggota Hamas di Tepi Barat

Palestina Tangkap 108 Anggota Hamas di Tepi Barat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2015 11:26 WIB
Palestina Tangkap 108 Anggota Hamas di Tepi Barat
Tepi Barat, - Otoritas Palestina menangkap 108 anggota Hamas dalam operasi yang digelar di wilayah Tepi Barat. Ini merupakan operasi penangkapan terbesar sejak tahun 2007.

Adnan Al-Dmairi, juru bicara keamanan Otoritas Palestina mengatakan, para anggota Hamas tersebut ditangkap karena berencana "menimbulkan kekacauan". Namun dia tidak memberikan keterangan lebih rinci mengenai rencana yang dimaksud.

Kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza, merupakan rival Fatah, gerakan yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang dominan di wilayah Tepi Barat. Meskipun Abbas secara resmi melakukan rekonsiliasi dengan Hamas tahun lalu untuk membentuk pemerintahan yang bersatu, namun ketegangan antara mereka terus terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menangkap mereka untuk interogasi atau mengadili mereka atas bukti mereka mengancam stabilitas keamanan internal Palestina dan mencoba menyeret wilayah ini dan menyeret kita ke konfrontasi militer serta menghancurkan wilayah," kata Dmairi seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (4/7/2015).

Pihak Hamas menyatakan, 108 anggotanya telah ditahan dalam operasi-operasi penangkapan yang dilakukan otoritas Palestina di wilayah Tepi Barat. Dicetuskan Hamas, operasi tersebut bermotif politik dan dilakukan dengan berkoordinasi dengan Israel.

"Tindakan oleh para kaki tangan ini tidak akan mematahkan gerakan dan tak akan melemahkan perlawanan. Kami menyerukan pembebasan segera para tahanan dan kami mengingatkan konsekuensi dari langkah yang tidak patriotis ini," tegas juru bicara Hamas Abu Zuhri.

Juru bicara militer Israel mengaku tidak punya informasi mengenai penangkapan yang dilakukan pada Jumat, 3 Juli waktu setempat tersebut. Dua hari sebelumnya, pemerintah Israel menyatakan telah menangkap 40 anggota Hamas di Tepi Barat dalam beberapa bulan terakhir. Mereka dituduh merencanakan serangan-serangan terhadap Israel.


(ita/ita)


Berita Terkait