Serangan-serangan militan Boko Haram dimulai sejak Rabu (1/7) di negara bagian Borno dengan menembaki para jamaah di masjid dan kaum wanita di rumah-rumah mereka.
Seorang wanita muda pengebom bunuh diri juga menewaskan 12 jamaah di sebuah masjid di Borno. Meski belum ada pihak yang mengklaim pengeboman itu, namun Boko Haram telah beberapa kali menggunakan wanita dan pria muda bahkan anak-anak perempuan sebagai pengebom bunuh diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka membunuh enam orang di desa tersebut dan mereka mengejar warga hingga ke semak-semak, menembaki mereka... 25 orang tewas di semak-semak," ujar seorang warga yang selamat, Bitrus Dangana.
Warga lainnya yang selamat, Adamu Bulus membenarkan bahwa 31 orang tewas dalam serbuan Boko Haram itu.
Sebelumnya, tiga desa di Borno juga diserang Boko Haram hingga menewaskan setidaknya 145 orang. Banyak rumah warga yang hangus terbakar dalam insiden itu.
"Presiden Muhammadu Buhari mengecam gelombang pembunuhan terbaru... menyebutnya sebagai paling tidak manusiawi dan barbar," demikian pernyataan kantor kepresidenan.
Pembantaian ini merupakan yang terparah sejak Presiden Buhari dilantik pada Mei lalu. Dalam pelantikannya, Buhari telah bersumpah akan menumpas aksi pemberontakan Boko Haram, yang telah menewaskan lebih dari 15 ribu jiwa dalam enam tahun terakhir.
(ita/ita)











































