Demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (4/7/2015).
Ledakan itu terjadi di kota Ariha pada Jumat, 3 Juli waktu setempat saat para anggota Nusra Front sedang berkumpul di masjid untuk berbuka puasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua puluh lima anggota Al-Nusra Front, termasuk seorang pemimpin kelompok itu, tewas dalam ledakan di sebuah masjid di kota Ariha, di provinsi Idlib," demikian disampaikan Observatory.
Menurut Direktur Observatory, Rami Abdel Rahman, jumlah korban jiwa masih bisa bertambah mengingat puluhan warga sipil juga terluka dalam ledakan itu.
Belum dipastikan penyebab ledakan tersebut. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut. Namun para pendukung Nusra Front menyalahkan rival mereka, kelompok radikal ISIS atas serangan itu.
(ita/ita)










































