Pemimpin tinggi ISIS Tariq bin Tahar-Al-Awni-al-Harzi sebenarnya terbunuh dalam operasi serangan udara drone Amerika di Suriah pada 16 Juni lalu. Namun Pentagon mengumumkan tewasnya Tariq baru-baru ini.
Sehari sebelum tewasnya Tariq, adiknya, Ali, juga terbunuh dalam operasi drone Amerika di Mosul, Irak. Amerika mengincar Tariq dan Ali tak hanya karena keduanya pemimpin tinggi ISIS, tapi juga karena Ali dianggap bertanggung jawab atas serangan ke konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya, yang menewaskan duta besar Amerika dan tiga orang lainnya pada 2012 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tariq Al Harzi memiliki peran yang sangat vital di ISIS dan serangan ke konsulat Amerika di Benghazi. Amerika bahkan pernah menawarkan hadiah 3 juta dolar untuk setiap informasi yang bisa membantu menangkap atau membunuh Al Harzi.
"Di ISIS, Al Harzi bertugas untuk mengumpulkan dan dan merekrut prajurit. Selain itu, Al Harzi juga bertanggung jawab untuk memasukkan senjata dari Libya ke Suriah untuk ISIS," papar Davis.
"Dia juga bertanggung jawab untuk menfasilitasi bom bunuh diri dan kendaraan perang di Irak," imbuhnya.
Sebenarnya Al Harzi pernah tertangkap di Turki beberapa tahun lalu, kemudian dideportasi ke Tunisia. FBI sempat menginterogasi Al Harzi di Tunisia. Namun beberapa bulan kemudian Al Harzi dibebaskan. (tor/ita)











































