Pemimpin Tinggi ISIS Tewas Akibat Serangan Drone Amerika

Pemimpin Tinggi ISIS Tewas Akibat Serangan Drone Amerika

Ahmad Toriq - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2015 09:13 WIB
Pemimpin Tinggi ISIS Tewas Akibat Serangan Drone Amerika
U.S. State Department
Jakarta - Serangan drone milik Amerika Serikat menewaskan salah seorang pemimpin tinggi ISIS. Pemimpin yang terbunuh adalah penanggung jawab untuk operasi-operasi teror luar negeri dan supply logistik ke Suriah dan Irak.

Pemimpin tinggi ISIS Tariq bin Tahar-Al-Awni-al-Harzi sebenarnya terbunuh dalam operasi serangan udara drone Amerika di Suriah pada 16 Juni lalu. Namun Pentagon mengumumkan tewasnya Tariq baru-baru ini.

Sehari sebelum tewasnya Tariq, adiknya, Ali, juga terbunuh dalam operasi drone Amerika di Mosul, Irak. Amerika mengincar Tariq dan Ali tak hanya karena keduanya pemimpin tinggi ISIS, tapi juga karena Ali dianggap bertanggung jawab atas serangan ke konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya, yang menewaskan duta besar Amerika dan tiga orang lainnya pada 2012 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kematiannya akan berpengaruh pada kemampuan ISIL untuk merangkul teroris-teroris luar negeri masuk ke Suriah dan Irak. Selain itu, mereka juga akan kesulitan memasukkan orang dan peralatan ke Suriah dan Irah," kata juru bicara Pentagon Jeff Davis, yang dikutip detikcom dari ABC News, Sabtu (4/7/2015). ISIL adalah nama lain yang digunakan untuk menyebut ISIS.

Tariq Al Harzi memiliki peran yang sangat vital di ISIS dan serangan ke konsulat Amerika di Benghazi. Amerika bahkan pernah menawarkan hadiah 3 juta dolar untuk setiap informasi yang bisa membantu menangkap atau membunuh Al Harzi.

"Di ISIS, Al Harzi bertugas untuk mengumpulkan dan dan merekrut prajurit. Selain itu, Al Harzi juga bertanggung jawab untuk memasukkan senjata dari Libya ke Suriah untuk ISIS," papar Davis.

"Dia juga bertanggung jawab untuk menfasilitasi bom bunuh diri dan kendaraan perang di Irak," imbuhnya.

Sebenarnya Al Harzi pernah tertangkap di Turki beberapa tahun lalu, kemudian dideportasi ke Tunisia. FBI sempat menginterogasi Al Harzi di Tunisia. Namun beberapa bulan kemudian Al Harzi dibebaskan. (tor/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads