Mayor Jenderal Yoav Mordechai mengaku tahu nama anggota sayap militer Hamas, yang menurutnya terlibat pelatihan ISIS dan menyelundupkan anggota ISIS yang luka dari Sinai ke Gaza untuk mendapat perawatan medis. Mordechai bertugas mengawasi kebijakan sipil Israel terhadap Gaza.
"Kami tahu bahwa Hamas, saya memiliki beragam informasi, bahwa Hamas di Gaza membantu ISIS Sinai Province baik dalam organisasi maupun persenjataan," tutur Mordechai dalam wawancara dengan Al-Jazeera dan dilansir Reuters, Jumat (3/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menyelundupkan teroris dari Sinai ke rumah sakit di Jalur Gaza untuk mendapat perawatan medis," sebutnya.
Tidak diketahui pasti bagaimana anggota militan bisa dipindahkan ke Gaza dengan mudah, karena militer Mesir mengawasi perbatasan dengan ketat. Meskipun diyakini masih ada terowongan bawah tanah yang menghubungkan Mesir dengan Gaza yang belum ditemukan dan dihancurkan otoritas Mesir.
Menanggapi hal ini, Hamas menyebut tudingan Mordechai sebagai upaya untuk merusak hubungan Hamas dengan Mesir. Hamas membantah segala macam keterlibatan dalam serangan di Mesir.
"Pasukan keamanan di Gaza mengawasi perbatasan dan mencegah segala macam gerakan ke dalam maupun keluar Gaza melalui perbatasan. Hasutan konyol dari Israel semacam ini tidak akan membodohi siapapun," tegas juru bicara Hamas, Sami Abi Zuhri kepada Reuters di Gaza.
Pada Selasa (30/6), Hamas mendapat ancaman dari ISIS yang merilis video propaganda mereka. ISIS mengancam akan menggulingkan Hamas dari Gaza dan menjadikan Gaza sebagai salah satu wilayah mereka. (nvc/ita)











































