Pameran itu akan digelar kelompok Sharia Watch UK bersama majalah satir online, Vive Charlie. Disebutkan bahwa event tersebut digelar untuk menghormati mereka, yang mempertaruhkan nyawa mereka demi membela kebebasan berekspresi.
Dalam acara itu, politisi anti-Islam Belanda, Geert Wilders akan tampil berpidato. Pembicara lainnya adalah para seniman pendukung Vive Charlie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adalah vital, bahwa dalam era sensor dan ketakutan ini, kita bersatu dalam perlawanan dan menuntut hak kita untuk bebas berekspresi. Kita tidak akan, dan tidak bisa menyerah pada ancaman-ancaman kekerasan," cetusnya.
Rencana ini menuai kecaman keras dari Tel Mama, pemantau Islamophobia di Inggris. Disebutkan bahwa pameran itu bukan soal kebebasan berbicara, namun untuk memprovokasi muslim melakukan tindak kekerasan.
Sebelumnya, pameran serupa digelar di Dallas, Texas, Amerika Serikat dan mengakibatkan aksi penembakan, yang menewaskan dua pria bersenjata. Seorang petugas keamanan terluka dalam insiden itu. Kedua pria bersenjata, Elton Simpson dan Nadir Hamid Soofi melepas tembakan di luar pameran, hingga akhirnya mereka tewas ditembak polisi.
(ita/ita)











































