Dituduh Terima Rp 9 T, PM Najib Geram

Dituduh Terima Rp 9 T, PM Najib Geram

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Jul 2015 15:03 WIB
Dituduh Terima Rp 9 T, PM Najib Geram
Najib Razak (AFP)
Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak geram dan mengecam laporan yang menyebut uang negara US$ 700 juta (Rp 9.3 triliun) masuk ke rekening pribadinya. PM Najib menyebut tudingan ini sebagai sabotase politik terhadapnya.

Surat kabar Amerika Serikat, Wall Street Journal yang mengutip dokumen penyelidikan pemerintah Malaysia, dalam laporannya menyebut bahwa ada banyak uang negara dari perusahaan investigasi milik negara 1MDB atau 1Malaysia Development Berhad masuk ke rekening pribadi PM Najib.

"Ada upaya terkoordinasi oleh individu tertentu untuk menjatuhkan kepercayaan diri pada perekonomian kita, mencoreng citra pemerintah, dan melengserkan perdana menteri yang terpilih secara demokratis," demikian pernyataan kantor PM Najib via akun Facebook resmi, seperti dilansir Reuters, Jumat (3/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Klaim terbaru ini, mengutip penyidik yang tidak disebut identitasnya sebagai dasar untuk menyerang perdana menteri, merupakan kelanjutan sabotase politik," imbuh pernyataan itu.

Disebutkan dalam pernyataan ini, agar dokumen yang dikutip dalam laporan-laporan yang menyudutkan PM Najib tidak seharusnya dianggap benar hingga bisa diverifikasi oleh otoritas terkait. Ini merujuk pada laporan yang didasarkan pada dokumen yang dibocorkan atau direkayasa terkait 1MDB.

Bantahan atas laporan Wall Street Journal juga disampaikan oleh pihak 1MDB dalam pernyataannya. 1MDB menyebut tudingan itu sangat tidak berdasar.

Laporan Wall Street Journal menyebut ada lima transaksi masuk ke rekening pribadi PM Najib dari perusahaan-perusahaan terkait 1MDB. Dua transaksi paling besar, yakni US$ 620 juta (Rp 8,2 triliun) dan US$ 61 juta (Rp 811 miliar) tercatat masuk pada Maret 2013 saat kampanye pemilu digelar di Malaysia.

PM Najib dan pemerintahannya menghadapi banyak serangan dari kelompok oposisi maupun dari partainya sendiri. Nama PM Najib diseret-seret dalam skandal korupsi dan pengelolaan menyimpang dari 1MDB. PM Najib sendiri sudah membantah terlibat skandal 1MDB ini. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads