Pembunuhan Massal di Amerika Bisa Jadi Menular

Pembunuhan Massal di Amerika Bisa Jadi Menular

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 03 Jul 2015 14:04 WIB
Pembunuhan Massal di Amerika Bisa Jadi Menular
Ilustrasi
Washington, - Aksi penembakan brutal marak terjadi di Amerika Serikat. Menurut sebuah studi, pembunuhan massal di AS bisa jadi bersifat menular. Disebutkan bahwa setiap insiden mematikan bisa meningkatkan kemungkinan terjadinya insiden lain.

Hal ini disimpulkan dari hasil studi yang dimuat dalam jurnal PLOS ONE seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/7/2015).

Dalam studi ini, para ilmuwan menelaah data dari 1998 hingga 2013 mengenai penembakan di sekolah dan pembunuhan massal lainnya di AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peristiwa-peristiwa yang menewaskan empat orang atau lebih, menciptakan periode penularan yang berlangsung rata-rata 13 hari," demikian hasil studi tersebut.

"Kira-kira 20 hingga 30 persen dari tragedi seperti itu tampaknya muncul dari penularan," demikian disampaikan.

Disebutkan bahwa risiko terulangnya penembakan bersifat temporer dan tampaknya mereda setelah melewati waktu dua minggu.
Β 
Hasil-hasil riset sebelumnya menunjukkan, bunuh diri bisa menular di kalangan kaum muda, khususnya ketika detail metode bunuh diri yang digunakan menyebar luas.

Dalam studi ini disebutkan, pembunuhan massal dengan senjata api rata-rata terjadi setiap dua pekan di AS. Dan penembakan di sekolah cenderung terjadi sekitar sekali dalam sebulan.

Disebutkan bahwa negara-negara bagian dengan tingkat kepemilikan senjata api yang tinggi, jauh lebih mungkin untuk memiliki tingkat pembunuhan massal yang lebih tinggi. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads