Gempa ini membuat banyak rumah-rumah tradisional di wilayah yang mayoritas penduduknya etnis Uighur itu hancur.
"Saat ini, gempa telah menyebabkan tiga kematian, termasuk ayah dan anak, dan lebih dari 20 korban luka," demikian disampaikan China National Emergency Broadcasting (CNEB) di situsnya seperti dilansir Reuters, Jumat (3/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika banyak orang yang berkumpul di satu tempat saat gempa bumi, itu bisa menimbulkan bencana serius. Namun dalam kasus ini, relatif hanya sedikit orang sehingga ini tidak begitu serius," tutur periset di Pusat Jaringan Gempa China Sun Shihong kepada stasiun televisi pemerintah China Central Television.
Pusat gempa berada sekitar 164 kilometer barat laut kota Hotan dan 131 kilometer tenggara Shache, yang dikenal sebagai Yarkand oleh warga Uighur.
Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS, gempa ini berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR). Namun Pusat Jaringan Gempa China menyebutkan, gempa berkekuatan 6,4 SR.
China kerap dilanda gempa bumi, khususnya di provinsi Sichuan dan Yunnan. Sebelumnya pada Mei 2008, gempa 7,9 SR mengguncang Sichuan dan menewaskan lebih dari 80 ribu orang. Ini disebut sebagai gempa terparah di China dalam kurun waktu lebih dari tiga dekade.
Pada Oktober 2014, ratusan orang terluka akibat gempa dangkal berkekuatan 6 SR yang menggoyang provinsi Yunnan, dekat perbatasan China dengan Myanmar dan Laos. (ita/ita)











































