Menurut saksi-saksi mata, puluhan militan menggempur tiga desa terpencil di Borno pada Rabu, 1 Juli malam waktu setempat. Kaum pria dan anak-anak yang sedang berada di masjid dibantai, sementara kaum wanita yang sedang berada di rumah-rumah ditembaki dan rumah mereka dibakar.
Serangan ini disebut sebagai serangan Boko Haram terparah sejak Presiden baru Nigeria, Muhammadu Buhari dilantik pada Mei lalu.
Menurut seorang warga setempat, setidaknya 97 orang tewas di Kukawa, desa yang paling parah diserang Boko Haram. "Mereka menghabisi keluarga paman saya... Mereka membunuh anak-anaknya, lima orang," tuturnya seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (3/7/2015).
Seorang nelayan setempat memberikan angka korban jiwa yang sama.
Menurut saksi mata di Kukawa, lebih dari 50 militan telah menyerbu desa tersebut. "Para teroris pertama-tama mendatangi para jamaah di berbagai masjid yang sedang menunaikan salat Maghrib usai buka puasa," tutur pria bernama Babami Alhaji Kolo tersebut.
"Mereka menembaki para jamaah yang kebanyakan pria dan anak-anak kecil," tuturnya.
Menurut Malami Abdulkareem, seorang guru di Kukawa, korban paling muda berumur empat tahun. "Para penyerang bahkan tidak mengampuni anak-anak berumur antara empat tahun hingga 12 tahun yang pergi ke masjid bersama ayah mereka. Saya melihat setidaknya sembilan anak yang tewas di dua masjid," imbuhnya.
Di dua lainnya, para penyerang menembaki 49 orang hingga tewas dan melukai 11 orang lainnya. Sumber militer di Maiduguri mengkonfirmasi serangan itu, namun tidak bisa menyebutkan jumlah korban jiwa. (ita/ita)











































