Seperti dilansir AFP, Jumat (3/7/2015), juru bicara Pentagon, Kapten Angkatan Laut Jeff Davis menyatakan Tariq bin Tahar al-Awni al-Harzi tewas dalam serangan udara di Shaddadi, Suriah pada 16 Juni. Al-Harzi (33) yang berasal dari Tunisia ini disebut sebagai 'emir pengebom bunuh diri' di kalangan ISIS.
Otoritas AS bahkan menawarkan imbalan US$ 3 juta atau setara Rp 39 miliar untuk penangkapan al-Harzi. Pada akhir tahun 2013, al-Harzi menjadi tokoh penting dalam serangkaian serangan bom mobil dan bom bunuh diri di Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari itu semua, Pentagon menyebut tewasnya al-Harzi menjadi pukulan telak bagi ISIS.
"Kematiannya akan berpengaruh pada kemampuan ISIL (nama lain ISIS) untuk menyatukan teroris asing ke dalam pertempuran Suriah dan Irak, juga dalam menggerakkan orang-orang dan perlengkapan di sepanjang perbatasan Suriah dan Irak," sebut Davis.
Menurut Pentagon, al-Harzi juga bertanggung jawab dalam menggerakkan orang-orang dan barang-barang ke wilayah Suriah dan Irak. Tidak hanya itu, al-Harzi juga menggalang dana untuk merekrut anggota dan memfasilitasi perjalanan anggota ISIS.
Dia juga mengatur pengiriman persenjataan dari Libya ke Suriah. Departemen Keuangan AS menyebut, al-Harzi mengatur penerimaan dana sebesar US$ 2 juta dari seorang penyandang dana ISIS yang berbasis di Qatar pada September 2013 lalu.
(nvc/ita)











































