Otoritas Mesir menyebut kesembilan orang itu sebagai teroris. Menurut pejabat-pejabat keamanan Mesir, sembilan "teroris" itu diburu atas kasus vandalisme dan kekerasan.
Disebutkan bahwa ketika polisi datang ke apartemen tersebut untuk menangkap mereka, kesembilan orang itu melepas tembakan. Baku tembak pun terjadi hingga menewaskan kesembilannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polisi Mesir membunuh 9 pemimpin Ikhwanul Muslimin selama pertemuan untuk membahas dukungan bagi keluarga-keluarga dari para tahanan politik/martir," demikian pernyataan Ikhwanul yang diposting di Twitter.
Menurut pengacara untuk Ikhwanul, korban tewas termasuk Nasser al-Houfi, mantan anggota parlemen dari kelompok Ikhwanul.
Otoritas Mesir telah mengumumkan Ikhwanul sebagai "kelompok teroris" setelah penggulingan presiden Mohamed Morsi pada Juli 2013 oleh kepala militer saat itu, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi yang kini menjadi Presiden Mesir. (ita/ita)











































