Pemerintah Amerika Serikat dan Kuba telah mencapai kesepakatan untuk membuka kembali kedutaan-kedutaan di Washington dan Havana. Ini langkah besar guna mengakhiri permusuhan Perang Dingin yang telah berlangsung lima dekade.
Berikut beberapa peristiwa penting dalam hubungan kedua negara yang sebentar lagi akan membuka kedutaan masing-masing di kedua negara, seperti dilansir dari AFP, Kamis (2/7/2015) ;
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- 1962 : Amerika Serikat memperluas pemotongan perdagangan dengan Kuba kecuali makanan dan obat-obatan. Rudal Soviet yang ditemukan di Kuba pun memicu krisis nuklir diantara kedua negara selama 13 hari.
- 1965 : Kuba mengizinkan ratusan orang imigran untuk berlayar ke Amerika Serikat dengan menggunakan perahu Camarioca pada bulan Oktober-November. Presiden AS Lyndon Johnson menetapkan 'kebebasan penerbangan' kepada 260.561 warga Kuba yang meninggalkan Amerika hingga program tersebut berakhir pada bulan April 1973.
- 1977 : Hubungan antara Amerika Serikat dengan Kuba mengingkat sedikit dengan ditandai oleh pembentukan 'badan kepentingan' di ibukota kedua negara.
- 1980 : Castro mengatakan bahwa siapa pun yang ingin meninggalkan Kuba dapat melalui pelabuhan Mariel. Sebanyak 125.000 pengungsi pada akhir September tiba di Florida.
- 1996 : Kongres AS membatalkan undang-undang Helms-Burton sehingga memperkuat embargo terhadap Kuba.
- Mei 2002 : Mantan Presiden AS Jimmy Carter mengunjungi Kuba. Ia menjadi pemimpin AS pertama yang mengunjungi Kuba sejak Castro berkuasa.
- November 2004 : Dolar AS menjadi mata uang transaksi komersial di Havana Bar.
- Desember 2009 : Seorang kontraktor US Agency for International Development, Alan Gross ditangkap saat hendak mendistribusikan teknologi komputer yang dilarang kepada komunitas kecil Yahudi di Kuba.
Akhiri Permusuhan 5 Dekade, Ini Lika-Liku Hubungan AS dan Kuba
|
|
- Musim Semi 2013 : Dibantu oleh Vatikan, Presiden Barack Obama melakukan negosiasi rahasia dan normalisasi hubungan dengan Kuba.
- 17 Desember 2014 : Secara bersamaan Obama dan Castro mengumumkan rencana untuk menormalkan hubungan serta pembebasan tahanan. Kuba melepaskan Gross (65) seorang mata-mata Kuba, sementara Amerika Serikat membebaskan tiga warga Kuba yang dipenjara akibat tuduhan spionase.
- 12 Januari 2015 : Amerika Serikat mengumumkan bahwa Kuba telah merilis 53 tahanan politik sebagai kesepakatan dari normalisasi hubungan kedua negara. Beberapa hari kemudian, Washington juga memudahkan perjalanan dan perdagangan kepada Kuba. Namun tidak untuk embargo.
- 21-22 Januari : Delegasi tingkat tinggi AS mengadakan pertemuan dan pembicaraan dengan delegasi Kuba terkait masalah migrasi dan dibukanya kembali kedutaan besar di kedua negara. Ini merupakan pertemuan para diplomat yang pertama setelah 35 tahun lamanya.
- 26 Januari : Fidel Castro, pemimpin revolusioner Kuba tidak menentang pemulihan hubungan kedua negara walau ia kurang begitu yakin terhadap Washington.
- 3 Maret : Sebuah jaringan telepon didirikan antara kedua negara.
- 11 April : Obama dan Raul Castro bertemu di Panama di sela-sela KTT Amerika. Ini merupakan pertemuan pertama mereka sejak revolusi di tahun 1959.
- 29 Mei : Amerika Serikat menghilangkan Kuba dari daftar negara sponsor terorisme. Dan ini menjadi batu loncatan pertama.
- 30 Juni : Kepada Castro, Obama menyatakan bahwa 20 Juli akan ada pemulihan kembali hubungan diplomatik kedua negara dengan ditandai oleh pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Havana, Kuba dan Kedutaan Besar Kuba di Washington D.C, Amerika Serikat.
Halaman 2 dari 2











































