Dilansir Reuters, Rabu (1/6/2015), ledakan terjadi di Desa Molai, tidak jauh dari kota Maiduguri, Ibu Kota negara bagian Borno, Nigeria, yang tengah bergolak.
Menurut saksi mata Babayo Ismail, wanita itu berusia sekitar 18 tahun yang tengah berjalan menuju Rumah Sakit Umum Molai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat yakin bahwa bahan peledak di tubuhnya dikendalikan dari jauh. Sementara penjaga di pintu gerbang rumah sakit berteriak padanya, kami mendengar ledakan keras dan itu adalah akhir dari semuanya, dia benar-benar dipenggal oleh ledakan sendiri," sambungnya.
Seorang pejabat keamanan rumah sakit yang enggan disebutkan namanya mengatakan, wanita itu didampingi seorang pria berusia sekitar 20 tahun yang mengenakan sepeda.
Seorang pejabat keamanan di rumah sakit yang meminta anonimitas kata wanita itu juga disertai oleh seorang pria berusia sekitar 20 pada sepeda.
"Ketika mereka ditolak (masuk ke rumah sakit), bahan peledak di tubuh mereka meledak dan membunuh mereka," kata dia.
Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ini. Namun diketahui pemberontak Boko Haram sudah lama menggunakan pria dan wanita muda sebagai bom hidup.
Rumah sakit yang sama juga ditargetkan Sabtu lalu ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di luar gerbang. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 5 orang dan menyebabkan 10 luka-luka.
Negara bagian Borno memang paling terpukul oleh pemberontakan Boko Haram yang telah menewaskan sedikitnya 15.000 orang dan memaksa lebih dari 1,5 juta orang meninggalkan rumah mereka sejak 2009.
Boko Haram, memang tengah berjuang untuk mendirikan sebuah negara Islam garis keras di timur laut Nigeria. Mereka setiap hari semakin mengintensifkan serangan.
Lebih dari 250 orang telah tewas dalam kekerasan sejak 29 Mei ketika Presiden Muhammadu Buhari menjabat dan bersumpah untuk menghancurkan pemberontakan. (bar/yds)











































