Pria Australia Tewas Saat Bertempur Melawan ISIS di Suriah

Pria Australia Tewas Saat Bertempur Melawan ISIS di Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 01 Jul 2015 15:44 WIB
Pria Australia Tewas Saat Bertempur Melawan ISIS di Suriah
Ilustrasi (Reuters)
Sydney - Seorang pria asal Australia tewas usai menginjak ranjau dalam pertempuran di Suriah. Pria Australia ini bertempur bersama pasukan Kurdi dalam melawan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Reece Harding (23) meninggalkan Australia pada Mei dan dilaporkan tewas dalam operasi malam hari di Suriah, akhir pekan lalu. Ayahnya, Keith Harding mengaku baru mengetahui kematian putranya pada Senin (29/6).

Kepada Australian Broadcasting Corporation dan dilansir AFP, Rabu (1/7/2015), sang ayah menuturkan dirinya menerima pesan yang memintanya menghubungi sebuah nomor telepon luar negeri. Ketika dia menghubungi nomor yang dimaksud, dia mendapat penjelasan soal anaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya minta maaf, bung, Reece sudah pergi... dia menginjak ranjau. Dia tewas," ucap seorang pria yang menjawab telepon pada nomor luar negeri itu.

Sang ayah menceritakan, setelah meninggalkan rumahnya di Gold Coast, Reece mengirimkan pesan kepada keluarganya untuk memberitahu dia ada di luar negeri menjalani proyek kemanusiaan. Belakangan, keluarga Harding baru menyadari bahwa Reece bertempur bersama pasukan Kurdi di Suriah. Mereka melihat foto Reece mengenakan seragam militer sambil menenteng senjata di Facebook.

"Dengan semua informasi yang beredar di internet soal pemenggalan, pembunuhan anak-anak, pemerkosaan dan pemukulan perempuan, saya pikir itu menggugah dirinya. Dia merasa ingin melakukan hal yang benar dan berusaha menghentikannya dengan cara yang bisa dilakukannya," tutur sang ayah.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyebut kesedihan keluarga Harding seharusnya menjadi peringatan bagi warga Australia lainnya. Namun dia tidak mengkonfirmasi atau mengomentari kematian Reece. "Kami mendorong, pemuda Australia pada khususnya, untuk tidak meninggalkan Australia dan mengangkat senjata," imbaunya.

Sekitar 120 warga Australia diyakini kini bertempur di Irak dan Suriah, sebagian besar bergabung dengan militan setempat. Dari jumlah itu, sedikitnya 30 orang tewas dalam pertempuran. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads