Presiden AS Barack Obama akan menyampaikan pernyataan di Gedung Putih mengenai kesepakatan ini, yang merupakan salah satu prestasi besar kebijakan luar negeri kepresidenannya.
"Kami secara resmi besok akan mengumumkan bahwa AS dan Kuba telah mencapai kesepakatan untuk menjalin kembali hubungan diplomatik dan membuka kedutaan-kedutaan di masing-masing ibukota," kata seorang pejabat AS seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua pemimpin itu mengadakan pertemuan bersejarah di Panama pada April lalu. Ini merupakan pertemuan langsung pertama antara pemimpin AS dan Kuba sejak tahun 1956.
Pada Mei lalu, pemerintah AS mengambil langkah lebih jauh untuk pemulihan hubungan dengan mencoret Kuba dari daftar negara-negara pendukung terorisme. Selama ini pemerintah Kuba telah berulang kali memprotes daftar yang membuatnya sulit masuk ke pasar global.
Namun bakal calon presiden AS dari partai Republik, Jeb Bush menentang keras langkah untuk membuka kembali kedutaan AS di Kuba.
"Pada 4 Juli nanti, laporan mengenai kedutaan baru AS di Havana akan melegitimasi represi di Kuba, bukan mendukung perjuangan kebebasan dan demokrasi," cetusnya. (ita/ita)











































