"Dua tentara Prancis dalam misi di Burkina Faso diduga melakukan perbuatan-perbuatan bersifat seksual dengan dua anak-anak," demikian statemen Kementerian Pertahanan Prancis seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/7/2015).
Salah satu korban di negara Afrika Barat itu adalah bocah berumur 5 tahun, yang ayahnya menemukan sebuah kamera berisi foto-foto putrinya sedang dicabuli.
"Ada seorang tentara yang merekam adegan itu dengan kamera saat tentara kedua meraba-raba anak perempuan itu," ujar perwira polisi senior di Burkina Faso. Dikatakannya, para orangtua korban berteman dengan kedua pelaku tersebut.
Setelah menemukan kamera itu, sang ayah pergi ke Kedutaan Prancis di Ouagadougou, yang kemudian melapor ke polisi lokal.
Kasus ini tengah dalam penyelidikan kepolisian setempat. Para jaksa penuntut umum di Paris, Prancis juga telah mulai melakukan penyelidikan atas kasus ini.
Polisi militer Prancis, yang bertanggung jawab atas penyelidikan prajurit yang ditempatkan dalam misi di luar negeri, akan tiba hari ini dari Niger untuk bekerja sama dengan otoritas Burkina Faso dalam menyelidiki kasus ini.
Saat ini ada sekitar 220 tentara Prancis yang ditempatkan di Burkina Faso, sebagai bagian dari operasi antiterorisme Prancis yang mencakup lima negara regional, mulai dari Mali hingga Chad.
Sebelumnya, skandal kejahatan seks juga melibatkan pasukan Prancis di Republik Afrika Tengah (CAR), yang menuai kemarahan publik setempat. Kasus ini baru muncul ke permukaan setelah media Inggris membocorkannya.
Sekelompok anak di CAR diduga dicabuli pasukan Prancis di ibukota Bangui antara Desember 2013 dan Juni 2014. Sebanyak 14 tentara Prancis saat ini masih dalam penyelidikan atas kasus tersebut. (ita/ita)











































