Pembantaian di Tunisia, Beberapa Orang yang Bantu Pelaku Ditahan

Pembantaian di Tunisia, Beberapa Orang yang Bantu Pelaku Ditahan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 16:42 WIB
Pembantaian di Tunisia, Beberapa Orang yang Bantu Pelaku Ditahan
Saifeddine Rezgui (The Guardian)
Tunis - Otoritas Tunisia menangkap sejumlah tersangka yang diduga membantu pelaku penembakan brutal di kawasan pantai dekat hotel Imperial Marhaba. Otoritas setempat masih menyelidiki dugaan pelaku pernah mendapat pelatihan militan di Libya.

Seperti dilansir Reuters dan CNN, Selasa (30/6/2015), Menteri Dalam Negeri Tunisia, Najem Gharsalli tidak menyebut secara jelas jumlah tersangka yang ditangkap. Gharsalli hanya menyebut bahwa penangkapan ini baru kelompok pertama.

"Kami telah mulai menangkap kelompok pertama, bagian penting dari jaringan yang ada di balik aksi teroris ini," ucap Gharsalli dalam konferensi pers gabungan dengan Menteri Dalam Negeri Jerman, Prancis dan Inggris usai mengunjungi langsung lokasi penembakan di kawasan wisata Sousse.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukti-bukti forensik menunjukkan bahwa pelaku penembakan Saifeddine Rezgui (23) merupakan satu-satunya pelaku yang membantai para turis di sekitar hotel Imperial Marhaba, Sousse. Namun otoritas Tunisia mencurigai adanya bantuan dari pihak lain dalam perencanaan serangan brutal tersebut.

"Kami akan menemukan semua yang terlibat, apakah hanya memberikan bantuan logistik atau yang lain," tegas Gharsalli.

Dalam pernyataannya, Gharsalli juga menuturkan, otoritas Tunisia tengah menyelidiki apakah Rezgui pernah mengikuti pelatihan di kamp militan Libya, negara tetangga Tunisia.

"Besar kemungkinan bahwa pelaku berada di Libya selama sebulan pada tahun ini untuk pelatihan. Kami masih berusaha mengkonfirmasi hal itu," tutur sumber keamanan yang memahami penyelidikan insiden ini.

Penembakan brutal di Tunisia pada Jumat (26/6), menewaskan sedikitnya 38 orang. Kebanyakan korban merupakan warga negara asing, seperti dari Inggris, Jerman, Prancis dan sebagainya, yang sedang berlibur di negara tersebut. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini