Israel dan Palestina Berniat Selidiki Tuduhan Kejahatan Perang

Israel dan Palestina Berniat Selidiki Tuduhan Kejahatan Perang

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 12:54 WIB
Israel dan Palestina Berniat Selidiki Tuduhan Kejahatan Perang
Serangan roket dari Gaza ke Israel (Reuters)
Jenewa - Israel dan Palestina dituduh melakukan kejahatan perang dalam konflik Gaza tahun 2014 lalu. Otoritas Israel dan Palestina pun berjanji akan menyelidiki tudingan yang diarahkan kepada masing-masing pasukannya.

Dalam perdebatan selama 3 jam di markas Dewan HAM PBB, yang diboikot Israel, Presiden Forum Jenewa menegur utusan Arab Saudi dan Venezuela karena menyebut Israel sebagai rezim rasis dan melakukan agresi genosida. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (30/6/2015).

Dewan HAM PBB tengah membahas laporan penyidik PBB pekan lalu, yang menyebutkan adanya kelompok militan Palestina dan Israel melakukan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional selama konflik Gaza pada pertengahan tahun 2014 lalu, yang berujung pada kejahatan perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan ini akan menjadi sumber informasi kami lainnya untuk penyelidikan internal," tutur Duta Besar Israel untuk PBB, Eviatar Manor kepada wartawan di gedung PBB di Jenewa.

"Sejumlah kasus telah dikaji, diselidiki dan ditutup. Terdapat sekitar 100 kasus yang masih terbuka. Dugaan kejahatan perang merupakan kejahatan yang sangat, sangat serius," imbuhnya.

Manor menambahkan, penyelidikan kejahatan perang ini harus dilakukan dengan sangat serius dan menyeluruh. "Agar dakwaan yang akan dijeratkan bisa memberi pengadilan yang berat dan pasti," sebutnya.

Menanggapi hal ini, Duta Besar Palestina untuk PBB, Ibrahim Khraishi menuturkan kepada Dewan HAM: "Sangat penting untuk menjalankan yurisdiksi universal selama Israel melanjutkan pola ini."

Lebih lanjut, Khraishi menyatakan pihak Palestina tengah membahas pembentukan komisi untuk menyelidiki pelanggaran yang dilakukan militan di Gaza. "Ini akan menunjukkan bahwa kami bersedia sepenuhnya menegakkan komitmen hukum kami," tandasnya.

Dalam konflik Gaza antara Israel dengan Hamas yang berlangsung selama 50 hari itu, lebih dari 2.100 warga Palestina yang sebagian besar warga sipil tewas. Sedangkan korban tewas dari pihak Israel mencapai 67 tentara dan enam warga sipil. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini