Bom mobil itu menargetkan dua kakak-beradik pemimpin Houthi, Faycal dan Hamid Jayache, yang saat kejadian sedang melayat seorang anggota keluarga yang meninggal. Menurut paramedis Yaman, 28 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk kedua pemimpin Houthi itu.
Usai kejadian itu, Houthi menutup daerah sekitar lokasi kejadian, sehingga petugas darurat bisa mengevakuasi para korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, ISIS yang merupakan kelompok radikal Sunni itu, memang telah beberapa kali menargetkan warga Syiah dalam serangan-serangan di sejumlah negara. Termasuk serangan bom bunuh diri oleh warga Arab Saudi pekan lalu di masjid Syiah di Kuwait, yang menewaskan 26 orang. Sebanyak 227 orang lainnya luka-luka dalam serangan itu.
ISIS juga mengklaim serangan bom mobil pada 20 Juni terhadap masjid Syiah di Sanaa, yang menewaskan dua orang dan melukai 16 orang lainnya. Juga serangkaian serangan di Sanaa empat hari sebelumnya, yang menewaskan 31 orang.
(ita/ita)










































