2 Tahun Morsi Terguling, Ribuan Aktivis Muda Ditahan di Mesir

2 Tahun Morsi Terguling, Ribuan Aktivis Muda Ditahan di Mesir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 30 Jun 2015 10:38 WIB
2 Tahun Morsi Terguling, Ribuan Aktivis Muda Ditahan di Mesir
Mohamed Morsi (Reuters)
Kairo, - Dua tahun sejak militer Mesir menggulingkan Presiden Mohamed Morsi, Mesir kini mengalami represi. Ribuan aktivis muda dipenjara sebagai upaya menghentikan perlawanan rakyat.

Organisasi HAM, Amnesty International mencetuskan, pemerintah Mesir di bawah kepemimpinan Presiden Abdel Fattah al-Sisi "melakukan upaya terang-terangan untuk menghancurkan setiap ancaman terhadap kekuasaan mereka".

"Aksi protes massal telah digantikan dengan penangkapan massal," ujar Amnesty dalam statemen menjelang peringatan dua tahun tergulingnya Morsi pada 3 Juli mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini para aktivis muda mendekam di dalam penjara, ini memberikan indikasi bahwa Mesir telah mundur ke kondisi represi habis-habisan," demikian statemen Amnesty seperti dilansir AFP, Selasa (30/6/2015). Disebutkan Amnesty, ribuan aktivis muda telah ditahan dalam dua tahun terakhir terkait aksi-aksi demo menentang pemerintah Mesir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty membantah otoritas Mesir telah menargetkan para aktivis muda dalam operasi terhadap para pembangkang. Menurut Abdelatty, Amnesty kehilangan kredibilitasnya dengan bergantung pada sumber-sumber yang tak bisa dipercaya untuk informasi tersebut.

Amnesty juga menyatakan, lebih dari 41 ribu orang di Mesir telah ditangkap, didakwa dengan tindak kejahatan atau dihukum dalam persidangan yang tak adil. Namun Abdelatty mengatakan, angka itu sama sekali tak benar.

"Dan itu menimbulkan pertanyaan akan niat sebenarnya dan motif sebenarnya dari organisasi ini," cetusnya.

Dalam laporannya, Amnesty menyebutkan kasus Mahmoud Mohamed Ahmed Hussein, yang mengaku berumur 18 tahun saat ditangkap dalam perjalanan pulang ke rumahnya usai mengikuti aksi demo.

"Menurut keluarga dan pengacaranya, dia disiksa agar mengakui aktivitas terkait terorisme. Dia berulang tahun ke-19 di penjara dan kini telah menghabiskan waktu lebih dari 500 hari tanpa dakwaan atau pengadilan," demikian disampaikan Amnesty.

Amnesty juga mengkritik sekutu-sekutu Mesir dari Barat atas hubungan mereka dengan rezim al-Sisi. "Kemunafikan mitra-mitra Mesir telah ditunjukkan demi perjanjian bisnis yang menggiurkan, pengaruh politis dan intelijen, serta penjualan-penjualan baru," tandas Amnesty. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads