"Kami berusaha untuk menjalani kehidupan normal," ujar Maria Jimenez (52) yang tinggal di kota Monson, yang berjarak 321 kilometer dari Los Angeles, seperti dilansir AFP, Selasa (30/6/2015).
Jimenez dan keluarganya merupakan salah satu contoh warga miskin AS yang tidak memiliki akses secara langsung terhadap air bersih di wilayah California's Valley, yang sudah empat tahun terakhir dilanda kekeringan ekstrem. Jimenez dan suaminya menggunakan piring dan gelas plastik demi menghemat air dengan tidak perlu mencucinya usai makan. Keluarga ini memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang untuk menambah penghasilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga ini memiliki sumur di rumah mereka, namun kini telah mengering. Kendati demikian, sebelum mengering, air sumur tetap tidak bisa diminum karena tercemar pestisida. Kini, mereka tidak memiliki air sama sekali dan situasi ini tidak akan membaik dalam waktu dekat.
"Kami tidak punya air di negara yang kaya," tutur tetangga Jimenez, Laura Garcia.
Warga Monson lainnya, Servando Quintanilla menyebut situasi di wilayahnya seperti mimpi buruk. Quintanilla yang memiliki dua rumah sewaan ini, tidak bisa menarik biaya sewa pada orang-orang yang hidup di properti miliknya. Satu-satunya cara adalah menggali sumur baru yang membutuhkan banyak biaya dan kemungkinan besar airnya terkena polusi. Namun dia membutuhkannya untuk lahan miliknya.
Juru bicara Pusat Komunitas Air setempat, Ryan Jensen memperkirakan sekitar 5 ribu warga di Tulare County, lokasi Monson, tidak memiliki akses terhadap air bersih. Monson sendiri masuk dalam daftar wilayah yang dilanda kekeringan, bersama dengan Hingland Acres, Porterville, Wooville dan Terra Bella yang sudah 2 tahun terakhir tidak memiliki akses ke air mengalir. (nvc/ita)











































