Hal ini disampaikan Cameron setelah serangan penembakan di kawasan pantai Tunisia menewaskan 30 turis Inggris pada Jumat, 26 Juni lalu.
"Ada orang-orang di Irak dan Suriah yang berencana melakukan serangan mengerikan di Inggris dan tempat lainnya, dan selama ISIL (nama lain ISIS) ada di kedua negara itu, kita berada dalam ancaman," tutur Cameron seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (29/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok militan ISIS telah mengklaim sebagai dalang serangan tersebut dan mengatakan pelaku yang bernama Abu Yahya al-Qayrawani adalah anggota mereka. Jumlah total korban jiwa dalam serangan itu adalah 39 orang.
Peristiwa berdarah ini terjadi tiga bulan setelah aksi penembakan brutal serupa terjadi di Museum Bardo, Tunis. Saat itu, sekelompok orang menembaki pengunjung museum yang menewaskan 23 orang. Para korban tewas termasuk 20 wisatawan asing dari Jepang, Kolombia, Inggris dan sejumlah negara Eropa lainnya.
(ita/ita)











































