Saat ini, ada dua kosmonot Rusia dan satu astronot AS di ISS yang mengorbit di luar angkasa. Persediaan makanan dan suplai di ISS dinyatakan masih cukup untuk mereka. Demikian disampaikan manajer program NASA, Mike Suffredini seperti dilansir Reuters, Senin (29/6/2015).
ISS akan kembali dihuni tim secara penuh, yakni terdiri atas enam awak pada Juli mendatang. Namun jika persediaan makanan atau minuman semakin menyusut dalam 45 hari terakhir, maka para awak bisa pulang ke bumi dengan kapsul Soyuz milik Rusia yang stand by di pos keamanan ISS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dragon merupakan satu-satunya kapal kargo luar angkasa yang diluncurkan ke ISS dan bisa kembali ke bumi dengan membawa hasil eksperimen luar angkasa dan perlengkapannya ke bumi dengan utuh. Ada tiga kapal kargo luar angkasa lainnya, namun kemampuannya tidak secanggih Dragon.
Kapal kargo luar angkasa lainnya, yakni Progress milik Rusia, Cygnus milik perusahaan AS Orbital Sciences Corporation dan HTV milik Jepang akan terbakar saat melewati atmosfer bumi usai mengantarkan suplai ke ISS.
"Ini merupakan pukulan besar bagi kami. Kami kehilangan banyak perlengkapan penelitian dalam penerbangan ini," tutur pejabat administrasi NASA, Bill Gerstenmaier.
Perlengkapan canggih yang ikut hancur bersama meledaknya Dragon antara lain baju luar angkasa, perlengkapan penyaringan air, sebuah tangki oksigen dan sebuah sistem dok yang mempermudah kendaraan luar angkasa buatan SpaceX dan Boeing untuk parkir di ISS. Ini merupakan bagian dari rencana NASA untuk mengirimkan awak luar angkasa yang melibatkan perusahaan AS sebelum akhir 2017. Sebelumnya, pengiriman awak luar angkasa ke ISS selalu dilakukan Rusia.
Penyebab ledakan roket Falcon 9 ini masih diselidiki. (nvc/ita)











































