Sopir yang bernama Abdulrahman Sabah Eidan Saud ini, ditangkap otoritas Kuwait pada Minggu (28/6) waktu setempat. Oleh otoritas Kuwait, dia disebut sebagai warga ilegal, sebutan bagi orang-orang yang tidak memiliki status kewarganegaraan di Kuwait. Warga setempat menyebutnya bidoons dan diperkirakan ada sekitar 110 ribu orang di Kuwait.
Disampaikan Kementerian Dalam Negeri Kuwait seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (29/6/2015), sopir ini bersembunyi di sebuah rumah di wilayah Al-Rigga, Al-Ahmadi Governorate setelah mengantarkan pelaku ke masjid Al-Imam Al-Sadeq di Kuwait City pada Jumat (26/6) waktu setempat. Saud disebut kelahiran 1989, atau berusia 26 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku bom bunuh diri di masjid Syiah Kuwait diidentifikasi sebagai warga Arab Saudi bernama Fahd Suliman Abdul-Muhsen al-Qabaa (23). Al-Qabaa berada di tengah jamaah yang salat Jumat di masjid tersebut, ketika meledakkan diri. Sedikitnya 27 orang tewas dan 227 orang lainnya luka-luka.
Menurut otoritas Kuwait, al-Qabaa terbang ke Kuwait pada Jumat (26/6) dini hari, atau beberapa jam sebelum meledakkan dirinya di masjid Al-Imam Al-Sadeq.
Secara terpisah, otoritas Saudi menyatakan al-Qabaa sebelumnya tidak dikenal oleh otoritas keamanan setempat. Kantor berita SPA melaporkan, al-Qabaa terbang keluar Saudi menuju ke Manama, Bahrain pada Kamis (25/6) lalu.
Waktu kedatangan al-Qabaa menunjukkan bahwa pemuda ini memiliki jaringan di Kuwait. Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan pihaknya masih memburu kemungkinan orang-orang yang membantu atau terlibat dalam serangan bom bunuh diri yang diklaim oleh ISIS ini. (nvc/ita)











































