Foto Selfie Mengerikan Pelaku Serangan Prancis Dikirim ke Suriah

Foto Selfie Mengerikan Pelaku Serangan Prancis Dikirim ke Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Jun 2015 11:37 WIB
Foto Selfie Mengerikan Pelaku Serangan Prancis Dikirim ke Suriah
Pelaku serangan brutal di Prancis dikawal polisi (Reuters)
Paris - Otoritas Prancis berhasil menemukan lokasi terakhir pemilik nomor Kanada yang dikirimi foto selfie mengerikan pelaku serangan brutal. Sang pemilik nomor yang merupakan warga negara Prancis diketahui ada di Suriah.

Pemeriksaan terhadap salah satu telepon genggam pelaku serangan brutal, Yassin Salhi (35) berujung pada temuan foto mengerikan Salhi bersama potongan kepala Cornara. Foto selfie itu dikirimkan via WhatsApp ke sebuah nomor Kanada.

Penyidik Prancis sebelumnya menyebut nomor Kanada itu bisa saja hanya nomor relai dan penerima, yang sebenarnya bisa ada di lokasi mana saja di dunia. Kecurigaan ini benar adanya karena hasil penyelidikan mendalam mengarah ke Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber yang memahami penyelidikan kasus ini seperti dikutip media Prancis dan dilansir Reuters, Senin (29/6/2015), menyebut bahwa nomor Kanada yang dikirimi foto selfie mengerikan itu merupakan milik seorang warga negara Prancis yang diidentifikasi bernama Sebastien-Younes.

Menurut sumber ini, Sebastien-Younes diketahui berada di wilayah Suriah sejak tahun lalu. Lokasi terakhir dari Sebastien-Younes diketahui ada di wilayah Raqqa, Suriah yang dikuasai militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Tidak diketahui pasti hubungan antara Salhi dengan Sebastien-Younes.

Foto selfie mengerikan itu diambil oleh Salhi sebelum dia tertangkap di lokasi kejadian, yang ada di kawasan pabrik gas milik perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products di kota Saint-Quentin-Fallavier, pinggiran Prancis. Jenazah korban, Herve Cornara yang merupakan bos perusahaan transportasi tempat Salhi bekerja, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di lokasi kejadian.

Laporan media Prancis menyebut, Salhi sempat terlibat pertengkaran dengan Cornara sebelum kejadian pada Jumat (26/6). Bahkan salah satu rekan kerja Salhi menuturkan, kedua pria itu bertengkar beberapa hari sebelum kejadian usai Salhi menjatuhkan perlengkapan mudah pecah. Kepada polisi, Salhi dilaporkan telah mengakui perbuatan kejinya. (nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini