Pemeriksaan terhadap salah satu telepon genggam pelaku serangan brutal, Yassin Salhi (35) berujung pada temuan foto mengerikan Salhi bersama potongan kepala Cornara. Foto selfie itu dikirimkan via WhatsApp ke sebuah nomor Kanada.
Penyidik Prancis sebelumnya menyebut nomor Kanada itu bisa saja hanya nomor relai dan penerima, yang sebenarnya bisa ada di lokasi mana saja di dunia. Kecurigaan ini benar adanya karena hasil penyelidikan mendalam mengarah ke Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut sumber ini, Sebastien-Younes diketahui berada di wilayah Suriah sejak tahun lalu. Lokasi terakhir dari Sebastien-Younes diketahui ada di wilayah Raqqa, Suriah yang dikuasai militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Tidak diketahui pasti hubungan antara Salhi dengan Sebastien-Younes.
Foto selfie mengerikan itu diambil oleh Salhi sebelum dia tertangkap di lokasi kejadian, yang ada di kawasan pabrik gas milik perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products di kota Saint-Quentin-Fallavier, pinggiran Prancis. Jenazah korban, Herve Cornara yang merupakan bos perusahaan transportasi tempat Salhi bekerja, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di lokasi kejadian.
Laporan media Prancis menyebut, Salhi sempat terlibat pertengkaran dengan Cornara sebelum kejadian pada Jumat (26/6). Bahkan salah satu rekan kerja Salhi menuturkan, kedua pria itu bertengkar beberapa hari sebelum kejadian usai Salhi menjatuhkan perlengkapan mudah pecah. Kepada polisi, Salhi dilaporkan telah mengakui perbuatan kejinya. (nvc/ita)










































