Korban tewas dalam serangan ini diidentifikasi sebagai Herve Cornara (54) yang merupakan atasan pelaku, Yassin Salhi (35) yang bekerja di perusahaan transportasi pengiriman barang. Demikian disampaikan sumber yang familier dengan penyelidikan kasus ini seperti dilansir AFP, Senin (29/6/2015).
Pemeriksaan terhadap telepon genggam Salhi berujung pada temuan foto mengerikan Salhi bersama potongan kepala Cornara. Foto selfie itu, menurut penyidik, dikirimkan via WhatsApp ke sebuah nomor Kanada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Prancis memfokuskan penyelidikan soal nomor ini ke Suriah. Sebab, diketahui bahwa serangan brutal yang dilakukan Salhi ini diyakini terinspirasi oleh militan ISIS yang merajalela di Suriah dan Irak.
Otoritas Kanada sendiri menyatakan siap membantu otoritas Prancis untuk melacak nomor yang dimaksud. "Kami membantu otoritas Prancis dalam penyelidikan mereka," ucap juru bicara pemerintahan Kanada seperti dilansir Reuters.
Salhi yang seorang ayah dari tiga anak ini, ditangkap polisi di lokasi kejadian ketika berusaha meledakkan kompleks pabrik gas milik perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products yang ada di kota Saint-Quentin-Fallavier, pinggiran Prancis. Salhi kini ditransfer ke Paris untuk diinterogasi lebih lanjut oleh satuan kepolisian khusus antiteroris.
Pada Minggu (28/6), sumber menyebut Salhi telah mengakui perbuatan kejinya. Dia juga mengaku sempat terlibat pertengkaran dengan bosnya, Cornara sebelum kejadian. (nvc/ita)










































