Bos Perusahaan Gas AS Ngeri dengan Serangan Brutal di Prancis

Bos Perusahaan Gas AS Ngeri dengan Serangan Brutal di Prancis

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2015 15:05 WIB
Bos Perusahaan Gas AS Ngeri dengan Serangan Brutal di Prancis
Pabrik gas milik perusahaan AS yang jadi lokasi serangan (Reuters)
Paris - Pabrik gas milik perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products menjadi lokasi serangan brutal yang merenggut satu nyawa. Bos perusahaan AS tersebut mengaku ngeri dan sedih mengetahui serangan keji terjadi di pabriknya.

Seifi Ghasemi yang merupakan pemimpin Air Products ini, akhirnya berkomentar setelah mengetahui terjadinya penyerangan brutal di kompleks pabriknya yang ada di kota Saint-Quentin-Fallavier, pinggiran Prancis. Bahkan sebuah ledakan terjadi di salah satu fasilitas pabrik.

"Saya percaya saya berbicara bagi seluruh keluarga Air Products di seluruh dunia, untuk menyampaikan simpati terdalam keluarga korban serangan keji ini," ucap Ghasemi dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hati saya tertuju pada orang-orang yang bekerja di lokasi dan keluarga mereka. Insiden ini mengingatkan kita bahwa kita semua harus menganggap serius keselamatan dan keamanan, setiap hari, dan tetap waspada dalam setiap hal yang kita lakukan," imbuhnya.

Ghasemi yang juga merupakan chairman dan presiden perusahaan asal AS tersebut, menyatakan seluruh staf lokal di Saint-Quentin-Fallavier dalam kondisi selamat dan aman.

Air Products merupakan perusahaan internasional yang berbasis di Philadelphia, AS. Perusahaan ini memproduksi gas dan bahan kimia yang digunakan dalam berbagai proses manufaktur. Perusahaan ini memiliki lebih dari 20 ribu pegawai di seluruh dunia dengan penghasilan US$ 10,4 miliar setiap tahunnya.

Tidak diketahui pasti mengapa pelaku yang diidentifikasi sebagai Yassin Salhi memilih lokasi serangannya di pabrik ini. Dalam serangannya pada Jumat (26/6) waktu setempat, Salhi berusaha meledakkan salah satu fasiltas yang berisi gas di dalam pabrik ini.

Salhi juga memenggal seorang pria yang disebut sebagai pengusaha lokal berusia 54 tahun. Bahkan potongan kepala korban sengaja digantung di pagar pabrik tersebut. Kepolisian Prancis telah menangkap Salhi dan menjeratnya dengan dakwaan pembunuhan serta terorisme. (nvc/gah)


Berita Terkait