Seifi Ghasemi yang merupakan pemimpin Air Products ini, akhirnya berkomentar setelah mengetahui terjadinya penyerangan brutal di kompleks pabriknya yang ada di kota Saint-Quentin-Fallavier, pinggiran Prancis. Bahkan sebuah ledakan terjadi di salah satu fasilitas pabrik.
"Saya percaya saya berbicara bagi seluruh keluarga Air Products di seluruh dunia, untuk menyampaikan simpati terdalam keluarga korban serangan keji ini," ucap Ghasemi dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghasemi yang juga merupakan chairman dan presiden perusahaan asal AS tersebut, menyatakan seluruh staf lokal di Saint-Quentin-Fallavier dalam kondisi selamat dan aman.
Air Products merupakan perusahaan internasional yang berbasis di Philadelphia, AS. Perusahaan ini memproduksi gas dan bahan kimia yang digunakan dalam berbagai proses manufaktur. Perusahaan ini memiliki lebih dari 20 ribu pegawai di seluruh dunia dengan penghasilan US$ 10,4 miliar setiap tahunnya.
Tidak diketahui pasti mengapa pelaku yang diidentifikasi sebagai Yassin Salhi memilih lokasi serangannya di pabrik ini. Dalam serangannya pada Jumat (26/6) waktu setempat, Salhi berusaha meledakkan salah satu fasiltas yang berisi gas di dalam pabrik ini.
Salhi juga memenggal seorang pria yang disebut sebagai pengusaha lokal berusia 54 tahun. Bahkan potongan kepala korban sengaja digantung di pagar pabrik tersebut. Kepolisian Prancis telah menangkap Salhi dan menjeratnya dengan dakwaan pembunuhan serta terorisme. (nvc/gah)











































