Pelaku Serangan di Prancis Pernah Diperiksa Polisi Terkait Salafi

Pelaku Serangan di Prancis Pernah Diperiksa Polisi Terkait Salafi

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2015 11:38 WIB
Pelaku Serangan di Prancis Pernah Diperiksa Polisi Terkait Salafi
Kepolisian Prancis menangkap seorang wanita yang diduga terlibat serangan (Reuters)
Paris - Yassin Salhi, pelaku serangan brutal di kawasan industri Prancis bukan wajah baru bagi kepolisian dan intelijen setempat. Sekitar 9 tahun lalu, Salhi pernah diselidiki kepolisian Prancis atas kecurigaan radikalisasi dan keterkaitan dengan pergerakan Salafi.

"Dia (Salhi-red) pernah diselidiki pada tahun 2006 atas radikalisasi, tapi penyelidikannya tidak diperbarui hingga tahun 2008. Dia tidak memiliki catatan kriminal," terang Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2015).

Otoritas setempat mengetahui Salhi dan keluarganya tinggal berpindah-pindah. Bersama istri dan tiga anaknya, Salhi pernah tinggal di kota Besancon, Prancis bagian timur. Akhir tahun 2014, Salhi dan keluarga pindah di apartemen sederhana di Saint-Priest, wilayah pinggiran Prancis yang tenang di Lyon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang ini memiliki keterkaitan dengan pergerakan Salafi, tapi tidak teridentifikasi pernah terlibat aktivitas berbau terorisme," imbuh Cazeneuve yang langsung mendatangi lokasi kejadian di Saint-Quentin-Fallavier, pinggiran Prancis.

Kendati demikian, lanjut Cazeneuve, Salhi selalu ada dalam radar otoritas intelijen Prancis. Salafi merupakan cabang aliran Sunni yang dikenal bersifat ekstremis dan puritan. Salhi lahir di kota Pontarlier, Prancis dekat perbatasan Swiss dari seorang ayah keturunan Algeria dan ibu asal Maroko.

Salhi kembali menjadi perhatian intelijen Prancis pada tahun 2013 karena masih bergaul dengan orang-orang yang dicurigai terlihat kelompok radikal Islam. Pada saat itu, Salhi mulai menumbuhkan jenggot dan mengenakan jubah tradisional ala Afrika Utara yang disebut djellaba.

Namun terlepas dari penampilannya, sebut seorang sumber intelijen setempat, tidak ada hal konkret lainnya yang mengindikasikan dia berbahaya bagi keamanan nasional Prancis. (nvc/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini