Satu Buronan Napi New York Ditembak Mati, Satu Lagi Masih Diburu

Satu Buronan Napi New York Ditembak Mati, Satu Lagi Masih Diburu

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2015 09:29 WIB
Satu Buronan Napi New York Ditembak Mati, Satu Lagi Masih Diburu
Richard Matt (kiri) dan David Sweat (kanan) -- (Reuters//New York State Police)
New York - Kepolisian Amerika Serikat menemukan salah satu buronan narapidana berbahaya yang kabur dari penjara New York. Buronan narapidana ini ditembak mati sebelum sempat ditangkap dan dikembalikan ke penjara.

Hingga kini, kepolisian setempat masih mengejar satu buronan narapidana lainnya. Kedua narapidana kasus pembunuhan, yakni Richard Matt (49) dan David Sweat (35) melarikan diri dari penjara Clinton yang memiliki pengamanan ketat, pada 6 Juni lalu.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6//2015), kepolisian New York menyebut Matt tewas ditembak di kota Malone yang berjarak 16 kilometer dari perbatasan Kanada. Kota Malone berjarak 64 kilometer dari Lembaga Pemasyarakatan Clinton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Sweat masih dalam pengejaran kepolisian setempat. Keduanya kabur dari penjara dengan cara spektakuler bak film Hollywood. Mereka memotong dinding baja di dalam sel mereka, kemudian masuk ke saluran uap dan keluar di sebuah lubang yang ada di luar dinding penjara.

"Seorang anggota penegak hukum menembak dan menewaskan seorang pria yang diyakini sebagai narapidana Lembaga Pemasyarakatan Clinton yang kabur, Richard Matt," demikian pernyataan kepolisian New York.

"Aparat penegak hukum masih mencari buronan narapidana lainnya, David Sweat," imbuhnya.

Salah satu senator New York dari Partai Demokrat, Chuck Schumer menuturkan kepada media setempat, CBS bahwa Matt tewas ditembak oleh seorang agen patroli perbatasan federal AS. Kedua narapidana memang dicurigai hendak bergerak ke wilayah Kanada.

Pengejaran kedua narapidana ini dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan lebih dari 1.100 personel kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya. Anjing pelacak dan helikopter ikut dikerahkan untuk mencari mereka.

Kaburnya kedua narapidana ini melibatkan orang dalam. Sejauh ini sudah dua pekerja penjara Clinton yang ditangkap karena dianggap membantu kedua narapidana melarikan diri dengan menyelundupkan barang-barang dan peralatan kepada mereka. (nvc/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads