"Amerika Serikat mengutuk keras serangan teroris di Perancis, Kuwait dan Tunisia hari ini. Kami turut berduka cita bagi para keluarga korban yang ditinggalkan akibat aksi keji di tiga negara tersebut," terang Sekretaris Pers Gedung Putih Joshua Earnest melalui keterangan tertulis yang dilansir dari situs resmi Whitehouse, Sabtu (27/6/2015).
Earnest mengungkapkan, Presiden Obama tengah intens berdiskusi dengan pihak Perancis, Kuwait dan Tunisia selama beberapa minggu terakhir untuk memberantas terorisme. "Kami dengan tegas melawan terorisme," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terorisme tidak memiliki tempat dalam masyarakat di mana pun berada. Amerika Serikat akan terus bekerjasama dengan mitra Internasional untuk memerangi pelaku teroris dan melawan ekstrimisme di seluruh dunia," tutup Earnest.
Seperti diketahui, Di Paris, Prancis sebuah insiden mengerikan terjadi di kawasan industri. Beberapa sekelompok orang tak dikenal menabrakkan mobil ke gedung perusahaan gas milik Amerika Serikat. Akibatnya, 1 orang tewas dan beberapa mengalami luka-luka.
Sementara itu di Kuwait, terjadi serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah saat shalat Jumat berlangsung. Sedikitnya, 25 orang tewas dan 202 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut seperti dilaporkan Kementerian Dalam Negeri setempat.
Sedangkan di Tunisia, sekitar 39 orang menjadi korban dalam penembakan keji yang dilakukan oleh seorang pria di sebuah Hotel di Distrik Sousse. (aws/tfn)










































