Dalam siaran pers Al-Jazeera kepada AFP, Sabtu (27/6/2015), Asfer merupakan pemuda asal Daraa. Sebelum menjadi kameramen, Asfer meruapakan aktifis yang menyuarakan kebebasan di negara tersebut.
"Ini adalah hari yang menyedihkan dalam sejarah Al-Jazeera. Kami telah kehilangan seorang pemuda penuh bakat dan harapan untuk kebebasan," kata Al-Jazeera General Manager Yasser Abu Hilala.
Asfer sendiri pernah terluka saat meliput pertempuran antara pemberontak dengan pemerintah pada awal-awal pergolakan 2011 lalu. Ayah Asfer juga tewas saat bentrokan terjadi di provinsi tersebut.
"Asfer mewakili generasi Suriah yang bermimpi kebebasan tapi dilarang oleh rezim, bahkan tidak mendapat hak untuk tetap hidup," ucapnya.
Dengan tewasnya Asfer, total wartawan dari stasiun TV Al-Jazeera di Suriah menjadi 4 orang. Kebanyakan korban tewas berasal dari Daraa. (rvk/rvk)











































