"Serangan ini bersifat teroris karena sesosok jasad ditemukan, terpenggal dan diberi tulisan. Sejauh ini, ada satu korban tewas dan dua korban luka," terang Presiden Hollande dalam konferensi pers di sela-sela menghadiri pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia seperti dilansir Reuters, Jumat (26/6/2015).
Hollande menyebut satu tersangka yang ditangkap telah diidentifikasi, namun tidak dijelaskan lebih lanjut identitasnya. Hollande juga menegaskan satuan kepolisian terkait telah dikerahkan ke lokasi kejadian di kota Saint-Quentin-Fallvier, pinggiran Prancis.
Kini lokasi sudah diberi garis polisi dan dijaga oleh kepolisian setempat.
Sumber kepolisian setempat, membenarkan adanya temuan potongan kepala di lokasi kejadian, bersama sebuah bendera khas militan. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal bendera tersebut.
"Dua individu dengan sengaja menabrakkan mobil ke salah satu kontainer gas untuk memicu ledakan," sebut sumber kepolisian tersebut.
Lokasi serangan ini ada di kompleks perusahaan milik Air Products, perusahaan teknologi gas yang berbasis di AS. (nvc/ita)











































