Ini merupakan pembantaian terbesar kedua yang dilakukan ISIS di Suriah. Demikian menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (26/6/2015).
Kelompok ISIS memasuki Kobane yang terletak di perbatasan Turki pada Kamis, 25 Juni waktu setempat. Hingga kini pertempuran terus terjadi antara militan ISIS dengan pasukan milisi Kurdi di kota tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Rabu (24/6) malam waktu, kelompok ISIS juga menyerang kota Hasaka di Suriah. ISIS menyerang posisi militer Suriah di kota tersebut. Televisi nasional Suriah melaporkan baku tembak cukup sengit antara militer Suriah dengan ISIS di distrik al-Nashwa, Hasaka. Dalam bentrokan tersebut, militer Suriah dibantu oleh milisi setempat yang menjadi sekutunya.
Hingga kini ISIS terus merajalela di Suriah dan Irak. Pemerintah Amerika Serikat pun mengecam kebiadaban kelompok militan radikal itu. Dalam laporan tahunan penilaian HAM negara-negara di dunia, AS menyatakan kemunculan kelompok radikal Sunni itu sangat merisaukan.
"Tak ada perkembangan yang lebih merisaukan daripada kemunculan kelompok seperti Daesh," ujar Menteri Luar Negeri AS John Kerry saat meluncurkan laporan HAM tahun 2014 tersebut di Departemen Luar Negeri AS.
Kerry menyatakan, kelompok ISIS telah menunjukkan dengan jelas bahwa mereka bukan hanya tak punya penghargaan atas HAM, namun juga atas nyawa manusia.
"Setiap minggu ada contoh baru tentang sejauh mana kejahatan yang bisa dilakukan kelompok ini, pemenggalan, orang-orang dibakar hidup-hidup, anak-anak perempuan dijual menjadi budak dan warga sipil dieksekusi secara luas dan tidak pandang bulu," tandas Kerry.
(ita/ita)











































