Serangan Brutal di Kawasan Industri Prancis, Ada Jasad Terpenggal

Serangan Brutal di Kawasan Industri Prancis, Ada Jasad Terpenggal

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 26 Jun 2015 17:10 WIB
Serangan Brutal di Kawasan Industri Prancis, Ada Jasad Terpenggal
Ilustrasi (AFP)
Paris - Sebuah insiden mengerikan dilaporkan terjadi di kawasan industri Prancis. Beberapa orang tak dikenal menabrakkan mobil ke gedung perusahaan gas milik Amerika Serikat. Sedikitnya 1 orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka.

Sejumlah media Prancis, seperti dilansir Reuters, Jumat (26/6/2015), melaporkan potongan kepala manusia ditemukan di lokasi kejadian yang ada di wilayah tenggara Prancis. Sebuah bendera khas militan dilaporkan ditemukan di dekat temuan potongan kepala itu.

Surat kabar setempat, La Dauphine melaporkan potongan kepala manusia ditemukan di bagian pagar kantor perusahaan gas tersebut. Sebuah mobil dilaporkan memaksa masuk ke dalam dan berputar-putar berusaha menabrak salah satu kontainer gas. Ledakan juga dilaporkan terjadi di lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sumber kepolisian Prancis belum bisa memastikan adanya pemenggalan di lokasi kejadian. Mereka mengaku masih melakukan pemeriksaan secara mendalam. Kepolisian setempat juga belum memastikan apakah insiden ini merupakan serangan terorisme atau serangan kriminal biasa.

Pejabat setempat kepada televisi lokal BFMTV melaporkan, satu orang tersangka telah ditangkap terkait serangan ini.

Jika memang dipastikan ini merupakan serangan terorisme, maka ini akan menambah panjang daftar serangan serupa yang melanda Prancis pada tahun ini. Tentunya setelah serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo yang menewaskan 17 orang pada Januari lalu dan juga serangan ke sebuah supermarket Yahudi di Paris.

Belum banyak informasi yang diberikan kepolisian terkait insiden ini. Hanya disebutkan bahwa Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve tengah menuju ke lokasi kejadian di kota Saint-Quentin-Fallavier, yang berjarak 30 kilometer dari kota Lyon.

Perusahaan yang menjadi lokasi kejadian diketahui milik Air Products, perusahaan teknologi gas yang berbasis di AS. (nvc/ita)


Berita Terkait