Dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Jumat (26/6/2015), Kementerian Kesehatan Korsel memastikan total korban jiwa akibat MERS hingga saat ini mencapai 31 orang. Kedua korban jiwa terbaru merupakan warga lanjut usia dan memiliki gangguan kesehatan sebelum terinfeksi MERS.
Dua pasien MERS lainnya yang sempat dirawat di rumah sakit berhasil sembuh dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Sehingga total 81 pasien telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total 181 kasus MERS yang tercatat di Korsel merupakan jumlah kasus MERS terbesar di luar Arab Saudi, negara asal MERS. Di Saudi sendiri tercatat ada lebih dari 1.200 kasus MERS dan sedikitnya tercatat 400 kematian akibat virus MERS di seluruh dunia.
Penyebaran virus MERS di Korsel menjadi kekhawatiran internasional dan berimbas pada perekonomian negara ini. MERS juga berimbas pada pembatalan lebih dari 100 ribu kunjungan wisatawan asing ke Korsel dalam lima minggu terakhir.
Kasus MERS pertama di Korsel berasal dari seorang pengusaha 68 tahun yang baru pulang dari perjalanan bisnis ke Arab Saudi. Pengusaha ini sempat mendatangi empat rumah sakit, hingga menularkan kepada pasien dan petugas medis lainnya, sebelum dinyatakan positif terinfeksi MERS pada 20 Mei lalu. (nvc/ita)











































