Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, wanita-wanita Irak itu diperlakukan seperti budak oleh para militan ISIS dan dijual antara US$ 500 dan US$ 2.000.
Menurut Observatory seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (26/6/2015), wanita-wanita itu telah diculik sejak tahun di wilayah Sinjar, Irak utara ketika kelompok ISIS melancarkan serangan besar-besaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian diculik bersama anak-anak mereka namun kami tidak tahu nasib mereka," ujar direktur Observatory, Rami Abdel Rahman.
Warga minoritas Yazidi umumnya tinggal di wilayah Sinjar, Irak. Oleh kelompok ISIS, kaum Yazidi dianggap sebagai kafir.
Pada tahun 2014 lalu, para militan ISIS membantai kaum Yazidi dan memaksa ratusan ribu orang Yazidi melarikan diri. ISIS juga menangkap ribuan wanita dan anak-anak perempuan yang kemudian dijadikan budak seks. Badan PBB telah menyatakan bahwa kekejaman yang dilakukan ISIS terhadap Yazidi sama dengan genosida.
(ita/ita)











































