Seperti dilansir Reuters, Kamis (25/6/2015), juru bicara pemerintahan atau Dewan Ketertiban dan Perdamaian Nasional, Winthai Suvaree menuturkan pemerintah akan menggelar pertemuan dengan wartawan, pekan depan. Disebutkan ada sekitar 200 wartawan lokal maupun asing yang diundang.
Pertemuan ini, menurut Winthai, bertujuan untuk menciptakan pemahaman bersama dan mengajari wartawan bagaimana cara menanyakan pertanyaan yang tidak menyerang dan menyinggung PM Prayuth.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pernyataan itu, kantor PM Prayuth mengklarifikasi bahwa pernyataan itu hanyalah lelucon belaka.
Di bawah PM Prayuth, situasi di Thailand relatif stabil. Namun dia menuai banyak kritik dari kelompok HAM. Prayuth dianggap masih menggunakan cara-cara yang cenderung agresif dalam menangani orang-orang yang mencela dan menyinggung dirinya.
Terhadap kritikan ini, PM Prayuth menyebut dirinya tidak pernah berusaha menyensor media. Β
"Saya tidak takut dengan pers, tapi saya meminta keadilan karena saya tidak pernah memberitahu pers untuk tidak berbicara atau menulis hal tertentu. Saya ramah pada media," ujar PM Prayuth kepada media setempat.
"Saya tidak memiliki kendali atas media, begitu juga mereka tidak punya kuasa atas saya," imbuhnya. (nvc/ita)











































